Ushul Fiqih :
Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam
22 December 2012
22 November 2012
PUASA ASYURA DAN AMALANYA
Kedua puasa tanggal sepuluh Muharram yang dikenal dengan hari asyuro'. Ketiga puasa tanggal Sembilan Muharram atau disebut dengan hari tasu'a. Keempat puasa enam hari di bulan Syawwal. Kelima puasa tanggal tiga belas pada tiap bulannya. Keenam puasa hari senin dan kamis.
Demikian diterangkan dengan kalimat
يسن صوم عرفة وعاشوراء وتاسوعاء وستة من شوال وأيام البيض والاثنين والخميس
Tanggal sepuluh Muharram yang dalam bahasa arab disebut asyuro' adalah
hari istimewa. Nabi pernah ditanya mengenai keistimewaan tanggal
tersebut. Beliau menjawab bahwa puasa tanggal 10 Muharram yakaffirus sannah al-madhiyyah .SEJARAH NU
Kalangan
pesantren gigih melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi
pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun
1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga
dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana
pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Selanjutnya
didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar) yang dijadikan
basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul
Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi
juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan
memiliki cabang di beberapa kota.
07 November 2012
SEJARAH SAMIN
GEGER SAMIN
Samin Surosentiko lahir pada tahun 1859, di Desa Ploso
Kedhiren, Randublatung Kabupaten Blora. Ayahnya bernama Raden Surowijaya atau
lebih dikenal dengan Samin Sepuh. Nama Samin Surosentiko yang asli adalah Raden
Kohar . Nama ini kemudian dirubah menjadi Samin, yaitu sebuah nama yang
bernafas kerakyatan. Samin Surosentiko masih mempunyai pertalian darah dengan
Kyai Keti di Rajegwesi, Bojonegoro dan juga masih bertalian darah dengan
Pengeran Kusumoningayu yang berkuasa di daerah Kabupaten Sumoroto ( kini
menjadi daerah kecil di Kabupaten Tulungagung) pada tahun 1802-1826.
PEMAKAIANNYA BAHASA DENGAN BAIK DAN BENAR
PEMAKAIANNYA BAHASA DENGAN BAIK DAN
BENAR
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA
KULIAH
BAHASA INDONESIA
DOSEN PENGAMPU, DRS. SUPRATNA. M.MPd
DISUSUN OLEH :
DISUSUN OLEH :
MOHAMMAD AMIN
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AL – MUHAMMAD CEPU
BAB 1
PEMAKAIANNYA BAHASA DENGAN BAIK DAN BENAR
Istilah
bahasa baku
telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak
menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah
bahasa baku
itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat
bahasa baku sama
dengan bahasa yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita
harus berbahasa yang baku.
Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa
yang baku”.
(Pateda, 1997 : 30).
Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan
benar”,tampaknya
mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas.
Subscribe to:
Posts (Atom)